This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

GAMBAR 1

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 01 Maret 2015

CARA OPTIMASI WINDOWS XP

CARA OPTIMASI WINDOWS XP FULL TUTORIAL (NITRO SPEED 200%)





Terdapat banyak sekali cara untuk mempercepat kinerja Windows XP. Pada umumnya komputer yang telah dijalankan selama berbulan-bulan tanpa adanya tweaking atau maintenance sama sekali akan membuat kinerjanya menjadi lambat. Banyak hal yang menyebabkan menurunnya kinerja Windows XP pada komputer anda, seperti: menumpuknya sampah registry, program start-up yang berlebihan, terkena virus, penggunaan theme khusus yang memberatkan, program yang berlebihan dan banyak lagi.

Pada tulisan kali ini akan dibahas Trik lengkap cara mempercepat Windows XP hingga 200%. Kumpulan trik yang dijelaskan dalam tulisan ini adalah gabungan dari banyak tutorial dan cara mempercepat Kinerja Windows yang dikumpulkan dari banyak sumber menjadi satu.

Trik-Lengkap-Cara-Mempercepat-Windows-XP-Hingga-200%Secara mendasar, untuk mempercepat Windows XP dapat dilakukan melalui 5 cara yang berbeda:

  1. Modifikasi Registry
  2. Optimasi Fitur, Layanan dan Visual
  3. Optimasi Harddisk
  4. Software Tweaking
  5. Hardmod / Overclocking ( tidak disarankan )

Pada tulisan kali ini akan menggabungkan kelima poin diatas agar dapat mendapatkan hasil maksimal.

Mempercepat XP – Registry


Download file berikut: Korek Windows
Fungsi file ini akan dijelaskan lebih lanjut pada tulisan dibawah

Registry adalah kumpulan parameter atau settingan yang mengatur  system dan aplikasi yang terdapat pada Windows XP. Untuk mengakses Registry Editor adalah melalui Start Menu > Run. Kemudian ketikkan regedit lalu tekan Enter. Sebelum memulai melakukan modifikasi pada registry ini ada baiknya anda melakukan back-up registry terlebih dahulu. Tutorial Cara Back-up / Restore Registry Windows

Mempercepat Waktu Booting


Bebebapa versi build pada Windows sudah mengaktifkan fitur ini secara otomatis, namun terdapat beberapa versi yang belum mengaktifkannya. Trik ini bekerja dengan melakukan defrag pada saat komputer melakukan proses booting serta menata file-file yang relevan untuk diurutkan dengan proses booting.

  1. Masuk ke registry editor ( Start Menu > Run. Lalu ketikkan regedit kemudian Enter )
  2. Lalu kebagian: HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOptimizeFunction
  3. Temukan tulisan ‘Enable’ pada layar dibagian kanan, lalu klik 2x pada tulisan tersebut dan ketik Y lalu Ok.

Mempercepat Akses Folder


Bila komputer anda mempunya banyak sekali folder dan sub-folder trik ini dapat bermanfaat untuk mempercepat akses folder tersebut dengan merubah fitur Last Access Update pada registry

  1. Masuk ke registry editor
  2. Lalu kebagian: HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control\FileSystem
  3. Arahkan kursor mouse bagian kanan layar registry ditempat yang kosong, klik kanan pilih New > DWORD Value
  4. Lalu beri nama: NtfsDisableLastAccessUpdate dan klik OK
  5. Klik 2x pada value yang baru dibuat tersebut dan beri nilai 1
  6. Klik Ok

Mempercepat Loading Windows Menu


Trik ini berfungsi untuk mempercepat respon windows terhadap klik menu. Bila Windows anda seringkali terlambat respon dalam memunculkan menu setelah diklik, maka cobalah trik berikut:

  1. Masuk ke registry editor
  2. Lalu kebagian: HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
  3. Klik 2x pada tulisan MenuShowDelay pada layar sebelah kanan dan isikan angka 0
  4. Klik Ok

Mempercepat Shutdown Windows XP


Trik ini berfungsi untuk mempercepat proses shutdown pada windows

  1. Masuk ke registry editor
  2. Lalu kebagian HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
  3. Klik 2x pada tulisan WaitToKillAppTimeout pada sebelah kanan layar, lalu isikan angka 1000. kemudian klik Ok
  4. Klik 2x pada tulisan HungAppTimeout, dan isikan angka 100
  5. Klik Ok

Bersihkan dll Dari RAM


dll pada RAM berfungsi untuk menyimpan proses sementara yang dijalankan oleh RAM pada aktivitas sebelumnya. Sehingga kebutuhan RAM anda tetap terpakai untuk kebutuhan ‘cadangan’ pada dll ini. Untuk membersihkan dll dari RAM sehingga kebutuhan memori anda dapat selalu dalam keadaan maksimal dapat melakukan sedikit perubahan pada registry

  1. Masuk kebagian registry
  2. Lalu kebagian: HKEY_LOCAL_MACHINE/software/microsoft/windows/current version/explorer
  3. Lalu klik Edit > New > Key. Dan beri nama key dengan AlwaysUnloadDLL. Klik Ok
  4. Kemudian klik 2x pada key yang baru dibuat tersebut dan isikan angka 1
  5. Klik Ok

Mengoptimalkan Memory RAM


Trik berikut ini dapat melengkapi trik diatas untuk mengoptimalkan manajemen pemakaian RAM pada Windows anda.

  1. Masuk kebagian registry
  2. Lalu kebagian HKEY_LOCAL_MACHINE/system/current control set/control/session manager/memory management
  3. Kemudian klik 2x pada bagian DisablePagingExecutive dan beri angka 1
  4. Klik Ok

Mengoptimalkan Harddisk


Fungsi ini untuk meng-optimalkan harddisk. Windows melakukan fungsinya untuk menata ulang file-file didalam boot sector pada saat komputer anda dalam keadaan idle / standby sehingga untuk kedepannya, harddisk anda dapat berfungsi lebih optimal dan cepat. Cara menambahkan fitur ini kedalam registry adalah:

  1. Masuk kebagian registry
  2. Lalu kebagian: HKEY_LOCAL_MACHINE/software/microsoft/wondows/current vesion/optimal layout
  3. Kemudian pada sebelah kanan layar registry klik kanan dan pilih New > DWORD Value
  4. Lalu beri nama dengan EnableAutoLayout dan isikan angka 1

Mempercepat Shutdown


Trik ini berfungsi untuk mempercepat waktu tunggu yang diperlukan pada saat melakukan shutdown. Terkadang komputer anda menjadi lambat pada saat ingin melakukan shutdown karena sistem pada Windows sedang melakukan End Process pada aplikasi yang sedang dijalankan. Melalui trik ini Windows akan mematikan program tersebut secara otomatis tanpa menutupnya satu persatu.

  1. Masuk kebagian registry
  2. Lalu kebagian: HKEY_LOCAL_MACHINE/system/control set 001/control
  3. Klik 2x pada bagian waitToKillServicesTimeOut lalu ketikkan 100
  4. Lalu Ok

Menonaktifkan Fungsi Animasi


Fungsi animasi atau visual effect pada Windows memang memperindah tampilan, namun dengan mematikan semua fungsi animasi dapat membuat kinerja Windows anda menjadi lebih cepat. Cara menonaktifkan fungsi animasi adalah:

  1. Masuk kebagian registry
  2. Lalu kebagian: HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop/Window Metrics
  3. Klik 2x pada bagian min animate yang terdapat pada sebelah kanan layar, dan isikan angka 0
  4. Lalu Ok

Mengaktifkan Auto End Task


Fungsi Auto End Task berfungsi untuk menutup secara otomatis program-program pada saat komputer ingin di shut down. Cara mengaktifkan perintah ini adalah:

  1. Masuk kebagian registry
  2. Lalu kebagian: HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop
  3. Klik 2x pada bagian AutoEndTask yang terdapat pada sebelah kanan layar, dan isikan angka 1
  4. Lalu Ok

Tambah Cache NTFS


Perintah pada registry ini berfungsi untuk menambah kapasitas Cache pada Harddisk.

  1. Masuk kebagian regedit
  2. Lalu kebagian: HKEY_LOCAL_MACHINE/system/current control set/control/file system
  3. Pada sebelah kanan layar, klik kanan > pilih New > DWORDValue. dan beri nama NtfsMftZoneReservation. Lalu Ok
  4. Klik 2x pada value tersebut, dan isikan angka 2
  5. Klik Ok

Optimasi Prefetcher


Fungsi registry ini berfungsi untuk mensetting ulang cache pada aplikasi sehingga akan berefek mengurangi waktu loading pada aplikasi yang diklik. Cara memodifikasi fungsi ini adalah melalui:

  1. Masuk kebagian regedit
  2. Lalu kebagian:HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SessionManager\MemoryManagement\PrefetchParameters\EnablePrefetcher
  3. Perhatikan pada bagian EnablePrefetcher tersebut. Anda dapat klik 2x pada tulisan tersebut dan beri salah satu nilai berikut: 0(untuk mematikan fungsi ini), 1 (fungsi App Launch Prefetch), 2 (Boot Prefetch), 3 ( keduanya )
  4. Isikan angka 3 disana. Lalu Ok

Catatan: Demikianlah langkah-langkah untuk mempercepat Windows XP melalui registry. Bila anda merasa sedikit enggan untuk melakukannya satu persatu, anda dapat mendownload file korek registry.reg yang disediakan pada link diatas. Semua parameter diatas sudah dimasukkan kedalam file korek registry.reg tersebut dan disimpan kedalam format .reg sehingga anda tinggal mengklik 2x file tersebut untuk mengaplikasikan semua tutorial diatas kedalam komputer anda.

Mempercepat XP – MsConfig


Msconfig adalah menu yang berisi berbagai settingan diantaranya program startup, opsi booting dan fitur-fitur layanan pada Windows. Beberapa layanan pada msconfig ini ada yang penting dan tidak terlalu penting. Dengan menonaktifkan beberapa layanan yang terdapat pada bagian ini dapat sedikit meningkatkan kecepatan Windows XP.

Fitur Services


Fitur service ini disediakan Windows untuk kepentingan user serta untuk memenuhi beberapa kepentingan. Namun terkadang fitur-fitur tersebut jarang terpakai dan tetap menggunakan resource memory komputer. Oleh karena itu ada baiknya anda mematikan beberapa fitur services tersebut.

Masuk ke bagian ‘System Configuration’ melalui: Start Menu > Run. Lalu ketikkan msconfig dan tekan Enter

Kemudian ke klik tab bagian Services dan matikan beberapa fitur disana yang kiranya jarang terpakai. Beberapa diantaranya yang dapat dimatikan (non-centang) adalah:

  • AlerterClipbook
  • Computer Browser (bila komputer pribadi anda tidak tersambung ke internet)
  • Distributed Link Tracking Client
  • Fast User Switching
  • Help and Support
  • Human Interface Access Devices
  • Indexing Service
  • IPSEC Services
  • Messenger
  • Netmeeting Remote Desktop Sharing
  • Portable Media Serial Number
  • Remote Desktop Help Session Manager
  • Remote Procedure Call Locator
  • Remote Registry
  • Remote Registry Service
  • Secondary Logon (Bila anda memiliki lebih dari satu username, maka jangan mematikan fitur ini)
  • Routing & Remote Access
  • Server
  • Telnet
  • Themes (Dengan mematikan themes akan sedikit mempercepat komputer anda, karena themes/wallpaper memakan resouce memory hingga beberapa MB) Anda dapat tetap menghidupkan opsi ini bila memang menyukai theme.
  • TCP/IP NetBIOS Helper
  • Upload Manager
  • Universal Plug and Play Device Host
  • Wireless Zero Configuration (Bila anda menggunakan wireless, jangan mematikan fitur ini)
  • Workstation

Optimasi Start Up


Pernahkah anda mendapati komputer anda menjadi sangat lambat pada saat komputer pertama kali masuk kedalam Windows XP? Hal tersebut disebabkan oleh sistem windows yang melakukan baca/load program yang sedang dijalankan secara otomatis dibalik layar, seperti Antivirus, program Chatting, downloader dan banyak lagi. Dengan menonaktifkan beberapa program startup yang tidak diperlukan, sangat ampuh dalam memaksimalkan respon pada komputer anda.

  1. Masuk ke bagian ‘System Configuration’ melalui: Start Menu > Run. Lalu ketikkan msconfig dan tekan Enter
  2. Klik Tab bagian Startup
  3. Bila anda ingin hasil yang maksimal, matikan semua tanda centang kecuali Antivirus. Semua program akan di nonaktifkan dari start up pada saat komputer dinyalakan sehingga akan mengurangi resource memory yang selalu terpakai sepanjang waktu untuk program start up tersebut.
  4. Klik Apply / Ok dan restart komputer anda.

Optimasi Swapfile


Bila komputer anda menggunakan RAM yang besar, trik ini tidak akan terlalu berpengaruh. Namun bila anda menggunakan memori yang pas-pasan terutama jika komputer anda masih tipe lama, maka trik ini dapat membantu membuat sistem anda berjalan lebih baik.

  1. Masuk ke msconfig
  2. Klik pada bagian tab System.ini
  3. Klik pada tulisan 386enh dan klik New yang terdapat pada sebelah kanan
  4. Lalu beri nama ConservativeSwapfileUsage=1
  5. Klik Apply dan Ok

Hilangkan Boot Screen Windows


Trik ini digunakan untuk menghilangkan boot screen windows agar proses booting dapat berjalan lebih cepat.

  1. Masuk ke msconfig
  2. Klik pada bagian tab BOOT.INI dan beri centang pada bagian /NOGUIBOOT
  3. Klik Apply dan Ok

Optimasi Control Panel, Harddisk, Display Properties


Matikan Prefetch


Pada langkah sebelumnya telah dijelaskan bagaimana cara memaksimalkan fungsi prefetch ini, dengan menghapus file-file sampah yang tidak diperlukan lagi.

  1. Bukalah Windows Explorer, klik kanan pada Start Menu > Explore
  2. Ketikkan C:\WINDOWS\Prefetch pada bagian address bar dan Enter
  3. Hapus semua file yang terdapat disana dan Restart PC anda.

Matikan Fasilitas Indexing Services


Fitur Indexing Services berukuran tidak besar namun keperluan memori yang digunakan cukup besar terutama jika komputer anda menggunakan RAM yang pas-pasan, fitur ini cukup membuat proses pada komputer menjadi sibuk dan lambat.

  1. Ke bagian Start Menu > Control Panel
  2. Klik Add / Remove Program
  3. Setelah itu klik pada tab bertulisan Add/Remove Windows Component dan hilangkan tanda centang pada tulisan Indexing Services
  4. Klik Next untuk memproses. Setelah selesai restart komputer anda.

Matikan Fasilitas Indexing Services 2


  1. Setelah melakukan langkah diatas
  2. Klik Ikon MyComputer
  3. Lalu klik kanan pada harddisk Drive C: > pilih Properties
  4. Matikan centang pada tulisan Allow Indexing Service to index this disk for fast file searching
  5. Klik Apply dan Ok
    (Bila muncul pesan bertulisan: Access is denied. Klik Ignore All untuk melanjutkan)
  6. Lakukan langkah diatas pada partisi harddisk lainnya.

Menonaktifkan Fitur Windows Sound


Secara default, Sistem operasi windows mengaktifkan sound/musik pada saat komputer sedang melakukan proses-proses seperti: booting, error, shutdown dll. Fitur sound tersebut meskipun jarang digunakan namun tetap menggunakan sedikit memori pada RAM untuk menjalankannya, terutama pada saat booting dan shutdown. Bila anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal ada baiknya anda mematikan fungsi ini.

  1. Ke Start Menu > Control Panel
  2. Klik pada bagian Sound and Audio Devices
  3. Pada tab bagian Sounds pilih NoSounds yang terdapat pada kotak ‘Sound Scheme’
  4. Pada saat muncul pesan pada layar windows, pilih No dan Apply.

Mempercepat Browse File


Adakalanya Windows anda terasa lambat pada saat sedang membuka suatu file, hal ini dapat disebabkan karena windows melakukan pencarian secara otomatis folder dan printer pada jaringan yang mungkin anda akses walaupun sebenarnya tempat-tempat tersebut tidak diperlukan. Anda dapat mematikan fitur ini melalui

  1. Ke Windows Explorer
  2. Klik Folder Options
  3. Ke bagian Tab View dan hilangkan tanda centang pada Automatically search for network folders and printers
  4. Klik Ok

Ubah Format Harddisk ke NTFS


Format NTFS memiliki beberapa keunggulan dari FAT32 oleh karena itu pastikan agar harddisk anda telah berformat NTFS. Cara untuk memastikannya adalah:

Klik ikon MyComputer

Klik Kanan pada ikon Drive C: > pilih Properties

Jika harddisk anda masih berformat FAT32, anda dapat mengubahnya dengan cara:

  1. Klik Start Menu > Run > ketikkan CMD lalu tekan Enter
  2. Kemudian ketikkan Convert C: /FS:NTFS pada jendela CMD

Catatan:
  • Ada baiknya anda melakukan back-up data penting anda terlebih dahulu sebelum menjalankan trik ini
  • Pastikan agar komputer anda dalam keadaan bersih (tidak ada virus)
  • Pada saat konversi berlangsung jangan melakukan aktivitas lain

Matikan System Restore


System Restore adalah fasilitas untuk merekam pada titik dimana komputer anda masih dalam keadaan sehat. Bila komputer anda suatu saat terjadi crash atau error, maka system restore dapat membalikkannya kembali ke keadaan semula. Fitur ini sebenarnya cukup berguna. Sesungguhnya dengan mematikan fitur ini dapat memberi m,emori tambahan yang sebelumnya digunakan untuk fitur ini. Anda dapat mematikan fitur ini bila memang diinginkan.

  1. Ke bagian Control Panel
  2. Klik bagian System
  3. Ke tab bagian System Restore. beri centang pada tulisan Turn Off System Restore on all drives
  4. Klik Apply dan Ok

Optimasi Control Panel & Virtual Memori


Masih pada bagian System seperti langkah diatas, anda dapat mematikan semua fitur-fitur yang berada pada bagian system control panel tersebut seperti: System Restore, Automatic Update (lebih baik dimatikan bila anda tidak menggunakan windows original). setting ulang virtual memori yang dapat dibaca pada tulisan Cara Menambah Kapasitas Virtual Memori Pada Komputer dan meminimalkan penggunaan fungsi visual yang berlebihan untuk meningkatkan respon dari komputer. Untuk melakukan hal ini:

  1. klik pada bagian Tab Advanced > Performance dan klik Settings.
  2. Setelah jendela terbuka, centang pada pilihan ketiga yang bertulisan: adjust for best performance.
  3. Maka secara otomatis, sistem akan menghilankan semua tanda centang pada pilihan dibawahnya. Anda dapat tetap mencentang salah satu pilihan yang terdapat disana yaitu: Use Drop Shadows for Icon labels on the desktop.
  4. Klik Apply dan Ok

Optimasi Display Properties


Settingan ini dapat meningkatkan kinerja komputer dengan cukup signifikan namun sebagai konsekuensi anda harus mengorbankan segala tampilan indah yang dibawa oleh Windows XP serta rela menggunakan theme classic pada komputer anda. Anda dapat melakukan hal ini melalui 2 cara, melalui gpedit.msc atau melalui display properties.

Catatan:
Bila anda ingin melakukan tweaking ini secara ekstrim dan mendapatkan peningkatan kinerja komputer hingga 200%, silakan ikuti tahap ini atau anda bisa melewatkan bagian ini bila masih sayang dengan segala tampilan wallpaper dan theme anda :-)

Untuk mengoptimalkan fungsi theme classic dan mematikan beberapa fungsi visual yang tidak terlalu dipergunakan, langkah-langkahnya adalah:

  1. Klik kanan pada desktop > pilih properties
  2. Pada Tab bagian Theme: Pilih Windows Classic yang terdapat pada daftar list
  3. Pada Tab bagian Desktop: Matikan fungsi wallpaper.
  4. Pada Tab bagian ScreenSaver: Pilih None
  5. Pada Tab bagian Appereance: Pilih Windows Classic Syle. Klik pada tombol Effects yang terdapat pada sebelah kanan: Hilangkan semua pilihan centang yang terdapat disana.
  6. Pada Tab bagian Settings: Pilih resolusi yang sesuai dengan monitor anda (standar:1024×726). Dan pastikan pilih 32bit atau64bit pada bagian Color Quality
  7. Klik Apply dan Ok

Trik-Lengkap-Cara-Mempercepat-Windows-XP-Hingga-200%

Hapus MyRecent Document


MyRecent Document adalah fitur pada Windows yang berisi informasi 10 dokumen terakhir yang diakses oleh pengguna komputer. Keberadaan file-file tersebut adakalanya membuat respon mouse pada start menu menjadi terhambat / lambat. Cara untuk me-nonaktifkan fitur ini dapat dilakukan melalui Group Policy:

  1. Klik Start Menu > Run. ketikkan gpedit.msc lalu tekan Enter
  2. Kemudian kebagian User Configuration > Administrative Template > Start Menu & Taskbar
  3. Klik 2x pada tulisan clear history of recently opened document on exit dan pilih enable
  4. Klik Apply dan Ok

Memaksimalkan fungsi Shutdown Dengan Ntosboot


Trik ini telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya tentang Cara Mempercepat Booting XP dengan 2 Cara

Trik memaksimalkan fungsi shutdown dengan Ntosboot:

  1. Bukalah aplikasi Notepad anda (klik kanan > New > Text Document)
  2. Kemudian ketikkan perintah berikut: del c:windowsprefetchntosboot-*.*/q
  3. Simpanlah file notepad tersebut dengan nama: ntosboot.bat. (Untuk dapat menyimpan file dalam bentuk .bat, pada saat anda akan menyimpan file, pada kotak bagian ‘save as type’ pilih ‘amm files’ terlebih dahulu)
  4. Setelah itu klik Start Menu > Run > ketikkan gpedit.msc. Tekan Enter
  5. Setelah masuk ke jendela gpedit.msc, klik folder-folder berikut: Computer Configuration > Windows Settings > Scripts
  6. Pada jendela sebelah kanan, klik 2x pada shutdown
  7. Klik Add > kemudian browse pada file ntosboot.bat yang anda buat tadi. Klik Ok
  8. Tutup lah jendela dan restart komputer anda.

Optimasi Fungsi IDE Harddisk


  1. Masuk kebagian Device Manager melalui Start Menu > Run. Ketikkan devmgmt.msc lalu tekan Enter
  2. Lalu klik 2x pada tulisan IDE ATA/ATAPI Controllers device
  3. Klik pada bagian Primary IDE Channel
  4. Klik pada bagian tab Advanced Settings, ubahlah Device Type menjadi None
  5. Klik Ok, dan lakukan hal yang sama pada Harddisk lainnya (Secondary IDE Channel)

Hapus file Temporary Secara Berkala


Pastikan agar anda menghapus file-file system sementara yang terdapat pada folder Temp, seminggu sekali. Cara mudah untuk menemukan file Temp adalah melalui Start menu > Run. Ketikkan %temp% dan tekan Enter. Anda boleh menghapus semua file yang terdapat disana. Anda juga dapat menggunakan software registry cleaner untuk melakukan hal ini.

Upgrade Kabel Harddisk


Untuk memaksimalkan teknologi Harddisk saat ini ada baiknya anda menggunakan kabel yang memiliki kualitas yang baik. Pastikan anda menggunakan kabel ber-type 80-wire Ultra-133 untuk semua harddisk andayang disesuaikan dengan connector yang kompatible dengan socket Master/Slave pada motherboard

Software Cleaner dan Maintenance


Salah satu faktor yang membuat kinerja Windows anda melambat salah satunya adalah karena menumpuknya sampah registry yang tidak terpakai. Susunan registry yang tidak teratur dll. Oleh karena itu sangatlah penting untuk memiliki satu atau dua software cleaner yang terinstal pada komputer anda yang dijalankan sekali seminggu untuk menjaga kondisi komputer anda agar tetap stabil dan cepat. Berikut adalah beberapa software pembersih registry yang direkomendasikan adalah:

Registry Easy – Software pembersih yang memiliki fitur yang sangat lengkap dengan kemampuan scan yang sangat baik, juga terdapat fitur untuk mempercepat koneksi internet, me-repair file .dll yang rusak, menghapus start-up yang tidak berguna, mempercepat komputer dengan settingan system mereka, dan banyak lagi.

WINASO Registry Cleaner – Memiliki fungsi yang hampir sama dengan Registry Easy namun memiliki fitur untuk men-defrag registry. Sangat baik untuk dijalankan secara rutin untuk membuat Windows XP anda tetap cepat dan stabil.

Ncleaner – Mempunyai kemampuan scan file-file sampah system yang sangat baik. Juga tersedia fitur-fitur lainnya untuk meningkatkan kinerja Windows anda.

PC-CheckUp – Software ini sangat penting oleh karena fitur defrag harddisk dan kemampuan untuk merapikan data-data logic / sector yang tidak dapat dilakukan secara manual. Juga terdapat fitur untuk membersihkan registry pada komputer anda

CCleaner - Salah satu software pembersih registry yang terkenal karena bentuknya yang simple. Software ini mempunyai 2 fitur, yaitu untuk membersihkan registry dan sampah file.

((review mengenai 5 software diatas dapat membaca artikel 

Demikianlah informasi tentang Trik Lengkap – Cara Mempercepat Windows XP Hingga 200% . Silakan anda terapkan semua langkah-langkah diatas pada komputer anda dan buktikan hasil pada sebelum dan sesudah.

CARA OPTIMASI WINDOWS 8

8 Tips Mempercepat dan Mengoptimalkan Windows 8

Perlukah Windows 8 yang sudah sangat cepat ini di maintenance? Tentu saja, hal tersebut mutlak diperlukan, walaupun Windows 8 sudah cepat. Windows 8 bisa boot dengan cepat dari versi Windows sebelumnya, Windows 8 menggunakan memory yang lebih kecil, dan memiliki desktop yang keren. Seperti versi Windows sebelumnya, Windows 8 memiliki beberapa pengaturan yang harus kita perdayakan untuk mempercepat komputer.
Beberapa tips ini bisa juga digunakan di versi Windows sebelumnya, namun ada beberapa tips yang khusus untuk Windows 8.
Mengatur Program Startup

Windows Task Manager yang baru di Windows 8 dapat mematikan program Startup yang membuat komputer anda semakin lambat. Yang perlu anda lakukan hanyalah klik tab "Startup" dan anda bisa lihat program apa saja yang berdampak negatif dari komputer anda.
Menggunakan Antivirus Built-in Windows 8

Daripada menggunakan Antivirus dari vendor lain, di Windows 8 sudah tersedia Antivirus dari Microsoft, yaitu Windows Defender. Windows Defender juga sama dengan Microsoft Security Essentials untuk Windows XP, Vista, dan 7.
Mematikan Animasi yang tidak berguna

Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih cantik dalam menggunakan Windows 8, tentu saja berbagai efek cantik tersebut dihidupkan. Tapi, anda sudah tahu kalau animasi seperti itu dapat mengurangi performa komputer.
Untuk mematikan beberapa animasi tersebut, silahkan tekan tombol Windows untuk membuka Start Screen dan ketik "adjust the appearance" lalu klik "Settings". Lalu, klik saja "Adjust the appearance and performance of Windows"
Saat anda menekan Minimize dan Maximize, animasinya akan tampil. Efek dari animasi tersebut memberikan "delay", sehingga akan memberatkan komputer. Anda bisa mematikan animasi tersebut dengan cara menghilangkan tanda centang di 'Animate windows when minimizing and maximizing". Dan juga, anda bisa mematikan animasi 'Fade or slide menus into view" dan juga "Fade or slide ToolTips into view".
Periksa Program yang memakan banyak Resource

Dengan Windows Task Manager yang baru, anda dapat melihat program mana saja yang memakan resource yang sangat banyak. Aplikasi yang memakan banyak resource memiliki warna yang gelap, sedangkan aplikasi yang sedkit makan resource warnanya akan terang. Task Manager yang baru ini juga memudahkan kita melihat program apa saja yang berjalan.
Merubah Power Settings

Windows 8 menggunakan power plan untuk dapat mengatur bagaimana power digunakan, sama seperti versi Windows sebelumnya. Untuk membuka power plan, tekan tombol Windows, ketik "power plan", klik Settings, dan tekan enter.
Secara default, Windows akan memilih power plan 'Balanced'. Artinya Windows secara otomatis akan mengurangi kecepatan CPU ketika program yang berjalan di Windows sedikit, atau tidak memberatkan. Tentu saja, hal ini akan menghemat power. Kalau anda tidak suka itu, anda bisa beralih ke 'High Performance'. Di mode ini, apapun yang anda lakukan, komputer anda akan memberikan performa yang paling tinggi.
Tetapi, mode ini tidaklah bagus. Gunakan 'High Performance' hanya jika anda sedang menjalankan aplikasi yang berat atau anda sedang bermain game. Jika anda hanya membuka Microsoft Office atau anda hanya membuka browser, menggunakan 'High Performance' hanyalah boros energi dan dapat menyebabkan komputer cepat panas.
Apapun yang anda lakukan, janganlah menggunakan mode 'Power saver'. Mode ini hanya cocok bagi anda yang ingin memperlama penggunaan komputer. Tetapi, performa komputer akan sangat turun.
Menggunakan Sleep

Bagi anda yang baru menggunakan Windows 8, mungkin anda bingung, bagaimana untuk melakukan 'Shut Down'. Jangan khawatir, karena saya juga dulu begitu saat pertama kali menggunakan Windows 8 (hehehe). Tetapi, daripada anda mematikan komputer, sebaiknya anda mulai saat ini menggunakan Sleep. Di dalam mode Sleep, komputer menggunakan sedikit tenaga untuk menyimpan berbagai program yang berjalan. Ketika anda membuka laptop anda, maka Windows secara instan hidup kembali dan mengembalikan semua program yang anda buka sebelumnya.
Anda dapat menemukan opsi Sleep di power button pada Windows Charms. Untuk membuka Charms, arahkan mouse anda ke pojok kanan atas, lalu arahkan kursor mouse lagi kebawah. Klik Settings, lalu klik tombol 'power' dan pilih Sleep. Anda juga bisa kok menutup layar laptop anda untuk melakukan sleep.
Mengoptimalkan Hard Drives

Windows 8 tetap memberikan Disk Defragmenter untuk mempercepat kinerja Windows 8. Tetapi di Windows 8, Disk Defragmenter berubah nama menjadi 'Optimize Drives'. Untuk membuka Optimize Drives, klik tombol Start lalu ketik "Defragment", klik Settings dan tekan enter.
Mengatur Indexing Service

Indexing service di Windows sangatlah berguna untuk mengindeks file yang ada di komputer anda. Sehingga, ketika anda mencari file di Windows, terasa sangatlah cepat dan begitu mudah. Indexing Service juga menggunakan CPU time agar fitur ini dapat berjalan. Sehingga, mematikan fitur Indexing ini, komputer anda akan lebih cepat.
Tentu saja, dengan mematikan Indexing, anda tidak bisa melakukan pencarian secara cepat. Jika anda sering menggunakan Search, anda sebaiknya jangan mematikan fitur ini. Matikan fitur ini hanya jika anda tidak pernah menggunakan Search.
Untuk mematikan Windows Search, tekan tombol Start, ketik 'service.msc' dan tekan enter. Arahkan kebawah dan cari 'Windows Search'. Klik kanan dan klik Properties.
Pada bagian Startup, pilihlah 'Disabled'. Lalu, klik Stop untuk menghentikan fiturnya. Dan klik OK.
Kesimpulan

Yang namanya sistem operasi, kita masih harus melakukan optimalisasi dan maintenance. Karena mereka sama saja dengan tubuh kita, dan perlu dioptimalkan. Jadilah, biasakan diri anda untuk melakukan 8 tips diatas, agar performa komputer selalu berada pada puncaknya.

CARA OPTIMASI WINDOWS 7

Apakah komputermu terasa lambat? Buat boot saja butuh waktu bermenit-menit. Sudah begitu, ketika kamu buka beberapa program bersamaan, komputer makin lambat. Berpindah aplikasi saja bikin kamu menunggu sampai mengantuk.
Apakah kamu perhatikan kalau lambatnya komputer itu tidak terasa ketika sistem operasi baru saja diinstal? Sesaat setelah diinstal, komputer terasa gesit, cepat untuk membuka aplikasi, dan sigap ketika dipakai bekerja maupun banyak program yang dijalankan berbarengan.
Lambatnya komputer diakibatkan beberapa hal. Contohnya nih, hal yang bikin boot berjalan lambat adalah banyaknya program yang dijalankan pada saat komputer dinyalakan. Program-program tersebut masuk ke dalam Start-up Windows.
Aplikasi yang dijalankan pada saat komputer dijalankan akan berada di “latar belakang” alias jalan tanpa ada jendela program. Semua program yang sedang berjalan butuh memori. Nah, karena banyak program yang jalan meski jendelanya tak tampak, komputer pun melambat.
Itu baru sekedar ringkasan. Berikut ini adalah beberapa tip yang bisa kamu jalankan agar Windows 7 bisa melaju dengan kencang.
1. Catat!
Untuk meningkatkan kinerja komputer, kita memang perlu mengorbankan beberapa service atau fitur-fitur. Siapa yg tahu service atau fitur-fitur berguna kemudian hari? Karena itu, bijaksanalah dalam meningkatkan kinerja komputer.
Tipsnya adalah: catat! Ya, rekam setiap perubahan yg Sahabat lakukan. Tujuannya adalah agar sewaktu-waktu Sahabat ingin mengembalikan aturan ke posisi semula, Sahabat tak perlu bingung mengingat-ingat. :D
2. Kalau Bisa 2, Kenapa 1?
Pengguna Windows 7 yang komputernya berprosesor banyak core mengatur agar semua core dipakai pada saat Windows boot. Niscaya, boot akan lebih cepat ketimbang hanya satu core yang dipakai.
[1] Buka System Configuration dengan mengklik “Start” lalu ketik “msconfig” lalu tekan “Enter“ pada keyboard.
[2] Di kotak System Configuration, masuk ke tab “Boot“ kemudian pilih sistem operasi “Windows 7“ dan klik tombol “Advanced Options“ sehingga muncul kotak “Boot Advance Option“. Agar Windows memakai lebih dari 1 core pada saat boot, beri centang pada Number of processor. Kemudian, pilih jumlah prosesor.



3. Buang yang Tak Terpakai
Banyak aplikasi yg dijalankan pada saat Windows mulai dijalankan. Aplikasi tersebut selanjutnya akan berjalan terus tanpa kita tahu. Inilah salah satu faktor yg membuat komputer jadi lelet. Makanya, kita harus memilih aplikasi yg boleh jalan pada saat Windows boot.
[1] Masuk ke “System Configuration” klik “Start”, ketik “msconfig” lalu tekan “Enter” pada keyboard.
[2] Masuk ke tab “Startup”. Disini sahabat bisa memilih aplikasi yg akan dijalankan dan yg tidak perlu dijalankan. Untuk menonaktifkan aplikasi, hilangkan tanda centang.
Dari pengalaman penulis, aplikasi yang perlu dijalankan sejak Windows menyala adalah antivirus, aplikasi-aplikasi untuk “pointing driver” yg dipakai untuk mengenali hardware. Aplikasi lainnya boleh tidak berjalan.



4. Stop Service
Windows 7 juga memiliki banyak services yang tidak diperlukan oleh pengguna biasa. Berbagai macam services ada yg “ada dari sananya”, ada pula bawaan program yg kita instal. Nah, beberapa service yang jarang dipakai oleh pengguna umum misalnya Tablet PC Input Service yg dipakai untuk Tablet PC yg memiliki layar sentuh. Buat apa service ini aktif di PC yg tidak merespons sentuhan di layar?
Berikut ini adalah beberapa service yg bisa dimatikan di Windows 7 :
“Application Experience”, “Computer Browser”, “Error Reporting Service”, “Desktop Window Manager Session Manager”, “Diagnostic Policy Service”, “IP Helper”, “Offline Files”, “Portable Device Enumerator Service”, “Print Spooler”, “Distributed Link Tracking Client”, “Protected Storage”, ”Secondary Logon”, “Themes” (menghilangkan themes), “Server” (jika kamu tidak koneksi jaringan), “Tablet PC Input Service”, “TPC/IP NetBIOS Helper”, “Windows Media Center Service Launcher”, “Remote Registry”, “Windows Time”, “Windows Security Center”, “Windows updates”, “Windows firewall” (jika kamu punya software antivirus/firewall yang diinstal).
Bagaimana mematikan services? Gampang!
[1] Klik tombol “Start” lalu ketik “Services”. Pencet “Enter”.



[2] Klik kanan pada service yg mau dimatikan, lalu klik “Properties”. Agar services tidak selalu dijalankan pada saat Windows dinyalakan, klik “Disable”. Kalau kamu hanya ingin mematikannya sekarang saja, pilih “Stop”. Klik “OK”.



5. Geek Tak Perlu Aero
Kalau Sahabat tidak memperhatikan tampilan yg ‘eye cathing’ dan mengutamakan kecepatan, Sahabat perlu mempertimbangkan untuk tidak menggunakan Aero Themes. Tahu kan kalau Aero itu lebih berfungsi untuk mempercantik tampilan ketimbang menunjang kecepatan kerja?
Aero Themes yg aktif membuat VGA bekerja. Akibatnya resource komputer dipakai cuma untuk tampilan, bukan untuk pekerjaan sesungguhnya. Nonaktifnya Aero Themes dapat meningkatkan kinerja komputer.
Cara mematikannya klik kanan pada desktop kemudian klik “Personalize”. Selanjutnya, pilih “Windows 7 Basic”. Tutup jendela Personalization.
6. Dilarang Mengintip
Aero Peek memungkinkan kita ‘mengintip’ desktop atau mengakses gadget yg ada di sidebar ketika banyak jendela program dibuka. Kita tinggal memencet tombol “Win + Spasi” agar jendela program yg sedang terbuka jadi transparan.
Aero Peek pada Windows 7 dapat dimatikan dengan cara klik kanan pada taskbar kemudian klik “Properties” pada tab Taskbar. Hilangkan tanda centang pada “Use Aero Peek to preview desktop”.
7. Tak Perlu Aero Snap
Aero Snap adalah fitur baru pada windows 7. Aero Snap bikin kita menarik, alias ‘drag and drop’, jendela ke samping kiri agar jendela tersebut akan menjadi rata kiri dengan ukuran pas setengah layar. Jika kamu merasa fitur itu tak penting, nonaktifkan saja.
[1] Klik tombol “Start” lalu klik “Control Panel”. Klik “Ease of access” klik lagi “Ease of access center”. Setelah itu, klik “Make the mouse easier to use”.





[2] Muncul jendela baru. Beri centang pada “Prevent windows from being automatically arranged when moved to the edge of the screen”.



8. Tak Usah Bergetar
Dengan hanya menggoyangkan satu jendela yg aktif, jendela yg lain akan di-minimize secara otomatis. Fitur tersebut dinamakan Aero Shake. Untuk meningkatkan kinerja, kamu bisa menonaktifkannya.
[1] Buka Group Policy Editor dengan mengetikkan “gpedit.msc” setelah klik tombol “Start”. Pencet Enter.
[2] Muncul halaman Local Group Policy Editor. Masuk ke  “User Configurarion > Administrative template > Desktop”. Klik ganda pada “Turn off Aero Shake windows minimizing mouse gesture” lalu pilih “Enable” dan klik “OK”.
9. Singkirkan Gadget Boros Memori
Setiap gadget yg Sahabat pasang di desktop, tepatnya di sidebar, butuh memori. Semakin banyak gadget yg dipasang, semakin besar memori yang dipakai. Itu jelas! Akhirnya kerja komputer menurun.
Untuk menonaktifkan gadget pada Windows 7, klik “Start > Control Panel”. Klik “Programs”, kemudian klik “Turn Windows features on or off”. Hilangkan tanda centang pada “Windows Gadget Platform”. Klik “OK”.
10. Efek-Efek Tak Penting
Ada banyak efek visual yg ada di Windows 7. Itulah salah satu faktor utama yg mempengaruhi kinerja komputer. Kalau Sahabat benar-benar peduli pada kinerja komputer yg cepat, seharusnya Sahabat menonaktifkan visual efek tersebut.
Di Windows Explorer, klik kanan pada “Computer”. Klik “Properties” kemudian klik “Advance system Setting” pada bagian Performance. Klik tombol “Setting” sehingga muncul jendela Performance Options. Klik “Adjust for best performance”, lalu klik “OK”. Tapi biasanya penulis menyisakan 2 dibagian akhir, agar tampilan masih tetap ‘kinclong’. :D
11. Kalau Komputer Dipakai Sendiri…
Karena User Account Control, ketika Sahabat instal  aplikasi, selalu muncul jendela pop-up. UAC, demikian singkatan User Account Control,  dibuat demi keamanan untuk mengurangi penyebaran program jahat.
Seperti aplikasi keamanan lainnya, UAC menurunkan kenyamanan pengguna. Untuk menonaktifkan UAC, klik “Start > Control Panel”. Klik “User Account and Family Safety”, lalu klik “User Account”. Setelah itu, klik “Change User Account Control Setting” sehingga muncul kota User Account Control settings. Pilih “Never notify” atau geser kotak ke bawah. Klik “OK”.
12. Menonaktifkan Windows Welcome Screen
Windows Welcome Screen yg berada dalam keadaan nonaktif membuat proses startup menjadi lebih singkat dan performa Windows pun menjadi lebih baik.
[1] Klik tombol “Start” lalu ketik “msconfig” lalu tekan “Enter” pada keyboard.
[2] Bukalah tab “Boot” pada kotak dialog System Configuration. Lalu aktifkan opsi “No GUI Boot” selanjutnya klik “OK”.



13. Rapikan Hard Disk
Ketika Sahabat menyimpan file pada komputer sebenarnya file-file tersebut tidak disimpan di dalam hard disk secara berurutan. File itu tersebar acak-acakan dalam hard disk. Akses ke file pun jadi lama.
Masalah itu bisa diatasi dengan merapikan file. Kalau file rapi, sistem operasi bisa mengaksesnya dengan cepat. Kita butuh program Disk Defragment untuk merapikan hard disk.
Klik “Start > All Program > Accessories > System tools > Disk Defragment” untuk menjalankan Disk Defragmenter. Pilih salah satu drive lalu klik “Defragment Disk”.
Ada sebuah kelebihan Disk Defragmenter milik Windows 7, yakni Sahabat bisa men-defrag semua disk secara bersamaan. Defrag juga bisa jalan di latar belakang alias background.
14. Hamburkan Baterai Supaya Bertenaga
Secara standar, Windows 7 diatur agar kinerjanya baik tapi tidak menghamburkan baterai notebook. Seimbang (baca:balance), begitu pengaturan di Power Plan. Tapi, kalau Sahabat tidak punya masalah dengan baterai notebook karena Windows 7 diinstal ke desktop, Sahabat bisa atur agar Windows 7 menggunakan hardware secara maksimal. Dengan kata lain, kita bisa mengubah Power Plan ke “High Performance”.
Klik “Start > Control Panel”. Klik “Hardware and Sound” lalu klik pada “Power Options”. Pilih “High Performance”.



15. Optimalkan Hard Disk
Apakah kamu pernah mengalami kasus seperti berikut ini? Drive C Sahabat pernah tiba-tiba hanya tersisa beberapa megabyte lagi, padahal sehari sebelumnya, Sahabat yakin nyaris 100 persen kalau drive C masih ada lebih dari 1 GB. Setelah itu, Sahabat merasa komputer semakin lelet.
Salah satu kambing hitam leletnya komputer, ya sisa kapasitas drive C yg pas-pasan. Nah, salah satu penyebab kapasitas drive C berkurang adalah penggunaan drive C untuk System Restore. Triknya, hapus poin System Restore yg sudah kadaluwarsa alias sudah terlalu lama.
Cara lain adalah mengatur jumlah hard disk yg dipakai untuk System Restore agar kita tak perlu berulang kali menghapus poin System Restore. Masuk ke Windows Explorer. Klik kanan pada “Computer”, kemudian klik “Properties”. Klik tab “System Protection” . Ada tombol “Configure” pada bagian Disk Space Usage! Klik disitu.
Atur kapasitas hard disk yg hendak digunakan. Jangan terlalu besar, 15 persen dari sisa kapasitas cukuplah. Kamu boleh juga sih menonaktifkan System Restore. Tapi, tanggung sendiri akibatnya kalau suatu saat nanti Windows error.
Kalau mau menghapus poin System Restore, tekan “Delete”.



2. Mengaktifkan Write Caching
Dengan mengaktifkan opsi ini, Windows 7 tidak akan menerapkan perubahan data pada disk hingga sistem berada dalam keadaan tidak aktif atau ‘idle’ sehingga performa komputer pun meningkat.
[1] Untuk mengaktifkan, masuk ke Windows Explorer. Klik kanan pada “Computer”, kemudian klik “Properties”. Klik tab “Device Manager” . Ada tombol “Configure” pada bagian Disk Space Usage! Klik disitu.
[2] Pada jendela Device Manager yg muncul,  bukalah cabang “Disk Drives”. Lantas klik ganda pada nama hardisk Sahabat.



[3] Selanjutnya, bukalah tab “Policies” pada kotak dialog Device Properties yg muncul. Lantas aktifkan opsi “Enable Caching on the Device”. Jika sudah klik tombol “OK”.



3. Menonaktifkan Content Indexing
Indexer merupakan sebuah proses yg dijalankan oleh Windows 7 yg bertujuan untuk melakukan index isi sebuah drive ketika Sahabat menambahkan atau mengurangi data. Proses ini akan mempermudah dan mempercepat proses pencarian data. Namun untuk meningkatkan performa komputer sebaiknya non aktifkan opsi ini pada drive yg tidak sering digunakan untuk melakukan pencarian data.
[1] Pertama buka “Windows Explorer” kemudian klik kanan pada drive yg akan dinonaktifkan misal drive C lalu pilihlah “Properties”.
[2] Pada kotak dialog Properties yg muncul bukalah tab “General”. Lantas nonaktifkan opsi “Allow files on this drive to have contents indexed in addition to file properties”. Jika sudah klik tombol “Apply” dan lanjutkan dengan memilih tombol “OK”.



4. Konversi Hard Disk FAT 16 dan FAT 32 ke NTFS
Jika dibandingkan dengan file sistem versi sebelumnya yakni File Allocation Table (FAT), maka NTFS memiliki beberapa penyempurnaan. NTFS memiliki performa dan keamanan data yg lebih baik karena menyediakan performa dan keamanan data yg lebih baik karena menyediakan fasilitas File and Folder Permission, Encryption dan File Compression.
Jika Sahabat memiliki hardisk dengan file sistem FAT16 atau FAT32, maka Sahabat bisa melakukan konversi yg telah tersedia. Nantinya, jika Sahabat telah melakukan konversi hardisk ke file sistem NTFS, Sahabat tidak bisa melakukan konversi lagi ke file sistem semula. Jika Sahabat ingin menggunakan file sistem FAT lagi, Sahabat harus melakukan format ulang pada partisi hardisk yg bisa mengakibatkan data terhapus.
Selain itu, beberapa versi Windows sebelumnya tidak bisa membaca data yg tersimpan pada harddisk yg memiliki file sistem NTFS. Karena itu jika Sahabat masih membutuhkan versi Windows sebelumnya, maka Sahabat tidak perlu melakukan konversi ke NTFS.
Jika Sahabat telah yakin untuk melakukan konversi, ikutilah langkah-langkah berikut:
[1] Pertama, tutuplah dahulu semua program yg dijalankan pada hardisk yg hendak di konversi. Selain itu, lakukan backup data terlebih dahulu sebelum melakukan konversi guna menghindari hal-hal yg tidak diinginkan walaupun proses konversi ini tidak mempengaruhi dta yg terdapat dalam harddisk.
[2] Klik tombol “Start > All Program > Accessories”.
[3] Kemudian klik kanan mouse pada opsi “Command Prompt” dan pilihlah opsi “Run as Administrator” yg muncul.



[4] Jika diminta password administrator, masukkanlah password tersebut apda kotak dialog yg muncul.
[5] Pada jendela Command Prompt yg muncul ketik “convert nama drive: /fs:ntfs”. Isikan nama drive dengan huruf yg tertera pada drive yg akan dikonversi. Misal, “convert D: /fs:ntfs”. Perintah ini berarti bahwa drive D akan dikonversikan ke dalam format NTFS.



[6] Sesudah itu tekan tombol “Enter”.
[7] Nantikan beberapa saat hingga proses konversi selesai dilakukan. Jika proses ini telah selesai, Sahabat akan memperoleh keterangan pada jendela Command Prompt.

[8] Untuk memeriksa file harddisk yg telah berhasil dikonversi, maka bukalah “Windows Explorer” dan klik kanan pada drive yg dikonversi tadi lalu pilih “Properties”. Sahabat akan mendapati file sistem yg telah berubah.


 

 16. Tambah Memori dengan Flasdisk
Biar komputer makin ‘kencang’, biasanya orang bisa menambah RAM alias memori. Tapi, ada beberapa kasus yang bikin orang tidak bisa upgrade memori. Contohnya: bokek :D , slot memori di motherboard sudah habis, atau enggak bisa bongkar casing. Nah, buat orang-orang yang begitu, ada sebuah cara, yaitu ReadyBoost.
ReadyBoost adalah sebuah fitur pada Windows 7 yang dapat digunakan untuk menambah kapasitas RAM. Fitur ini pertama kali muncul di Windows Vista. Dengan ReadyBoost, kita bisa membuat sebuah USB flash disk menambah kapasitas memori komputer. Eh, bukan cuma USB flash disk saja, kartu memori pun bisa.
ReadyBoost bisa dilakukan dengan instan. Kalau Sahabat kebetulan sudah punya USB flash disk, Sahabat punya kesempatan menambah memori. Masalahnya tidak semua USB flash disk atau kartu memori bisa digunakan untuk ReadyBoost.
USB flash disk atau kartu memori itu wajib memiliki kapasitas lebih besar dari 256MB. Gampanglah syarat itu mah. Kapasitas terminim USB flash disk yang di jual sekarang ini rasanya 1GB. Nah, supaya bisa dipakai buat ReadyBoost, sisa kapasitas yang tersedia harus lebih besar dari 256MB.
Syarat lainnya adalah USB flash disk harus diformat dengan sistem file NTFS, FAT16, FAT32, dan exFAT. Sistem file yang disebut paling akhir itu baru didukung di Windows 7. Masih ada syarat lain, yaitu flash disk harus punya kecepatan akses tidak tidak lebih dari 1 milidetik dan kecepatan bacanya minimal 2,5MB per detik. Buruan lihat spesifikasi flash disk pas beli buat tahu hal ini.
Di Windows 7, kemampuan ReadyBoost ditambah. ReadyBoost di Windows Vista hanya mendukung 1 flash disk. Di Windows 7, kita bisa pakai sampai 8 flash disk! Kapasitas maksimal yang bisa kita capai adalah 256. Mantep kan? :D
Setting di Windows 7
Pengaturan ReadyBoost pada Windows 7 sangat mudah. Berikut ini langkah-langkah untuk mengaktifkan ReadyBoost.
[1] Buka “Windows Explorer” dengan menekan tombol “Win + E”.
[2] Tancapkan flash disk ke komputer, lalu klik kanan pada drive flash disk, klik “Properties”.
[3] Setelah masuk ke kotak Properties, masuk ke tab “ReadyBoost”. Aktifkan “Use this device” kemudian atur besar kapasitas yang akan digunakan. Pada contoh kapasitas yang akan digunakan sebagai memori tambahan adalah 871MB. Klik “OK”.



Oh iya, kotak ini tampil beda kalau flash disk yang dicolok tidak mendukung. Kotak yang muncul berisi tulisan “This device cannot be used for ReadyBoost” – jelas banget keterangannya.
[4] Jika ReadyBoost sudah aktif, maka muncul file bernama ReadyBoost dalam flash disk. Ukuran file-nya sama kapasitas yang tadi sudah kita atur. Kita cukup sekali saja mengaktifkan ReadyBoost pada sebuah flash disk. Tak perlu setiap mencolok flas disk. Tapi ada syaratnya. Yakni, jangan sampai file ReadyBoost terhapus.
 17. Optimalisasi Aplikasi-Aplikasi Program
Opsi-opsi yang dapat diatur untuk mengoptimalkan aplikasi-aplikasi Windows adalah seperti prioritas program pada Task Manager, aplikasi yang sedang diluncurkan pada desktop, dan efek visual yang tidak jarang turut mempengaruhi waktu loading software.
Namun, hal utama yang perlu menjadi perhatian ketika merasakan kinerja Windows Sahabat menurun adalah standar minimum spesifikasi hardware komputer yang Sahabat gunakan. Jangan lupa untuk memastikan kapasitas memori yang terpasang pada komputer tidak kurang dari 1GB atau 1024GB. Jika demikian, ada baiknya jika upgrade memori dilakukan agar performa Windows dan komputer Sahabat menjadi lebih baik.
Untuk lebih memahami tentang teknik-teknik optimalisasi aplikasi, ikuti langkah berikut:
1. Mengatur Prioritas Program di Task Manager
Task Manager juga dapat digunakan untuk mengatur prioritas program sehingga sebuah program memperoleh prioritas lebih banyak dari pada program lainnya. Nah untuk mengatur prioritas sebuah program, lakukan langkah singkat berikut:
[1] Klik kanan pada “Taskbar” yang kosong, lalu pilih “Start Task Manager”.



[2] Pada jendela Task Manager, pilihlah salah satu program yang hendak diprioritaskan.
[3] Setelah itu klik tombol kanan mouse pada program tersebut dan pilihlah opsi “Priority”. Lalu pilihlah opsi “High” untuk menempatkan program tersebut sebagai program yang menjadi prioritas utama.



[4] Selanjutnya klik tombol “Change Priority” pada kotak dialog yang muncul untuk menerapkan perubahan tersebut. Dengan langkah sederhana ini, cukup dapat meningkatkan kinerja aplikasi.



2. Mengatur Performa Terbaik untuk Program
Windows 7 juga menyediakan pengaturan untuk memaksimalkan performa program-program yang dijalankan pada komputer Sahabat. Berikut ini pengaturan performa terbaik untuk program yang digunakan:
[1] Masuklah ke jendela Control Panel. Lalu pilihlah opsi “System and Security”.
[2] Lantas pilihlah opsi “System”.
[3] Pada jendela System yang muncul, pilihlah opsi “Advanced System Setting” yang terdapat disisi kiri.
[4] Kemudian bukalah tab “Advanced” pada kotak dialog System Properties yang muncul dan pilihlah tombol “Settings” di bagian “Performance”.



[5] Bukalah tab “Advanced” pada kotak dialog Performance Options. Lantas pilihlah opsi “Programs” di bagian “Adjust for Best Performance of”.



[6] Jika sudah pilihlah tombol “Apply” dan lanjutkan dengan memilih tombol “OK”.
3. Mengatur Visual Effect untuk Optimalisasi Program.
Dengan cara ini dipastikan kinerja akan lebih cepat, dikarenakan tidak menggunakan efek visual yang akan memberatkan kinerja komputer.
Cara ini sudah penulis tulis pada 20 cara terbaik tweaking windows 7.
4. Menambah RAM
Selain dengan menambah ukuran Virtual Memori, Memory Low juga bisa dihindari dengan cara menambahkan RAM. Menurut penulis ini merupakan cara paling mudah dan efisien. :D dan dijamin kinerja komputer pasti tambah kenceng. Untuk itu carilah informasi mengenai tipe RAM yang Sahabat gunakan pada komputer. Informasi ini bisa diperoleh dari komputer atau dari perusahaan yang menjual komputer tersebut. Berbekal informasi tersebut, selanjutnya Sahabat bisa menambahkan RAM dari tipe yang sejenis.


18. Yakin Tak Perlu Fitur Pencarian
Ada Fitur pembuatan indeks di Windows 7. Indeks dibuat untuk mempercepat proses pencarian. Proses Indeks bekerja dengan melakukan scan pada semua file dan folder, kemudian informasi yg didapat dicatat pada sebuah tabel.
Ketika pengguna komputer mencari file, Windows tidak mencarinya secara langsung di dalam hard disk, tapi cukup mencari di tabel. Makanya, pencarian jadi lauh lebih cepat.
Tapi, upaya bikin tabel itu yg berat. Pembuatan indeks berjalan pada background dan butuh hardware komputer untuk melakukannya. Niscaya, dengan menonaktifkan pembuatan indeks, komputer akan lebih baik dalam bekerja.
Pencarian jadi bagaimana? jadi lebih lambat, tapi Sahabat tetap bisa mencari file dengan cara lama – cara Windows XP.
Caranya: Ketik “services.msc” setelah tombol “Start”. Pada Services yg muncul, klik 2 kali pada “Windows Search”. Ubah “Startup Type” ke “Disable” dan klik “Stop” untuk menonaktifkan service-nya. Terakhir, klik “OK”.



19. Browser Ringan, Komputer Cepat
Setiap add on yg Sahabat tambahkan pada browser membebani komputer. Soalnya, add-on juga butuh memori buat bekerja. Kalau tidak percaya, coba jalankan browser dengan banyak add-on. Kemudian, coba periksa kapasitas memori yg sedang dipakai di Task Manager.
Selain butuh memori, add-on browser juga bisa membuat koneksi internet melambat. Maklumlah, karena beberapa add-on butuh koneksi internet terus-menerus. Add-on pada Firefox bisadihapus dari menu “Tools > Add on”. Klik pada add-on yg tidak terpakai, klik “Uninstall”.



20. Optimalisasi Virtual Memori


Pada sebuah komputer terdapat dua tipe memori yakni Random Access Memory (RAM) dan Virtual Memory. Setiap program pada komputer menggunakan RAM. Tetapi saat RAM tidak cukup untuk beberapa program yang sedang dijalankan., maka Windows akan memindahkan informasi yang seharusnya disimpan pada RAM ke file hardisk. File penyimpanan sementara ini disebut Paging File atau yang biasa disebut juga sebagai Virtual Memory. Dengan memindahkan informasi ke dalam Paging File ini, maka RAM menjadi lebih kuat untuk digunakan menjalankan program dengan baik.
Jika RAM dan Virtual Memory sama-sama lemah, maka akan muncul keadaan Low Memory. Keadaan Low Memory ini dipicu oleh beberapa program yang dijalankan secara bersamaan atau ketika sebuah program melepaskan memori yang tidak dibutuhkannya lagi (Memory Overuse atau Memory Leak). Berdasarkan gambaran kondisi ini menunjukan Sahabat perlu melakukan langkah-langkah optimalisasi Virtual memory.
1. Menambah Ukuran Virtual Memory atau Paging File
Keadaan Low Memory ditandai dengan munculnya peringatan Low Memory dari Windows atau tampilan menu-menu yang tidak memberikan respon ketika Sahabat memilih menu tersebut. Menu-menu tersebut terkadang menghilang sehingga muncul area kosong berwarna putih.
Dalam keadaan ini Windows secara otomatis akan meningkatkan ukuran Virtual Memory. Namun Sahabat pun bisa menambah ukuran Virtual Memory sendiri sesuai dengan kebutuhan. Caranya sebagai berikut:
[1] Masuklah terlebih dahulu ke “Control Panel > System and Security > System”.
[2] Pada jendela System yang muncul, pilihlah opsi “Advanced System Settings” yang terdapat disisi kiri jendela.
[3] Lanjutkan dengan memilih tombol “Settings” di bagian “Performance” pada kotak dialog System Properties yang muncul.



[4] Pada kotak dialog Performance Options yang muncul, bukalah tab “Advanced”. Kemudian klik tombol “Change” di bagian “Virtual Memory”.



[5] Lantas lakukanlah pengaturan berikut ini pada kotak dialog Virtual Memory yang muncul:

  • Nonaktifkan opsi “Automatically Manage Paging File Size for All Drives” sehingga tidak tercentang.
  • Pada bagian “Drive (Volume Label)”, pilihlah salah satu Drive yang ukuran Paging File-nya hendak ditingkatkan.
  • Pilih opsi “Custom Size”.
  • Di kolom “Initial size” atau “Maximum Size” isikan nilai yang menunjukan ukuran baru Paging File.


[6] Sesudah itu pilihlah tombol “Set” dan lanjutkan dengan memilih tombol “OK”.

Komputer membaca informasi pada RAM lebih cepat daripada di Paging File yang terdapat di dalam harddisk. Karena itu hindari menambah ukuran Virtual Memory secara berlebihan sebab hal ini bisa memperlambat kerja sebuah program.
Proses penambahan ukuran Paging File biasanya tidak diperlukan proses Restart. Tetapi jika Sahabat ingin menurunkan ukuran Paging File, maka perlu dilakukan Restart pada komputer. Selain itu, sebaiknya Sahabat tidak menonaktifkan Paging File ini ataupun menghapusnya.
2. Mencermati Program yang Menggunakan Memory Berlebihan atau Overuses Memory
Selain dengan meningkatkan ukuran Virtual Memory atau Paging File, Memory Low juga bisa hentikan dengan mencermati program yang mengalami Memory Overuse atau Memory Leak. Nantinya jika Sahabat menemukan program yang mengalami Memory Overuse atau Memory Leak, maka Sahabat bisa segera menutup program tersebut sehingga keadaan Memory Low bisa dihentikan.
Untuk melihat program yang menggunakan memori paling banyak, ikutilah langkah singkat di bawah ini:
[1] Munculkan jendela Task Manager dengan menekan tombol “CTRL + Shift + Esc”. Atau klik tombol kanan mouse pada area Taskbar yang kosong dan pilihlah opsi “Start Task Manager”.
[2] Kemudian bukalah tab “Process” pada jendela Task Manager yang muncul. Lantas klik “Memory (Private Working Set)” agar nama-nama program diurutkan mulai dari program yang menggunakan memori terbesar.



Sementara itu untuk memperbaiki kondisi Overuses Memory pada sebuah program, maka cobalah untuk mencari Update program tersebut atau hubungi penyedia software untuk mencari informasi lebih lanjut.